PASURUAN, BANGSAONLINE.com – Kota Pasuruan menyimpan berbagai heritage, salah satunya Rumah Tulus Hati yang baru saja diresmikan oleh Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, pada Jumat (6/11/2026) malam.
Tidak hanya menyimpan cerita masa lalu, Rumah Tulus Hati yang berlokasi di Jalan Lombok ini dihidupkan kembali oleh Adi Wibowo sebagai ruang yang memberikan manfaat bagi masyarakat seperti kegiatan sosial dan kemanusiaan, namun tetap mempertahankan keutuhan dan keindahan arsitektur masa lalunya.
Dalam sambutannya, Mas Adi menyampaikan rasa bahagia dan apresiasi atas hadirnya Rumah Tulus Hati. Menurutnya, Kota Pasuruan memiliki kekayaan sejarah dan peninggalan leluhur yang luar biasa, termasuk bangunan-bangunan bersejarah yang masih terjaga hingga saat ini.
"Kita memiliki kekayaan yang diwariskan oleh para pendahulu dan leluhur kita. Malam hari ini kita menyaksikan sebuah bangunan heritage yang masih terjaga keutuhan dan keindahannya. Gedung ini bukan hanya berbicara tentang warisan fisik, tetapi menjadi jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan," ujar Mas Adi, sapaannya.
Ia juga mengapresiasi pemanfaatan bangunan tersebut untuk kegiatan sosial dan kemanusiaan. Salah satunya dengan adanya ruang akupuntur serta fasilitas untuk mendukung kegiatan Palang Merah dan olahraga Wushu bagi anak-anak.
Menurutnya, nama Rumah Tulus Hati mencerminkan semangat dan niat baik untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.
"Begitu masuk, kita melihat ada ruang akupuntur kemudian kegiatan Palang Merah dan kegiatan Wushu anak-anak kita. Ini menandakan bahwa niat tulus hati benar-benar diwujudkan melalui rumah yang kita namai Rumah Tulus Hati," tambahnya.
Lebih lanjut, Mas Adi berharap keberadaan Rumah Tulus Hati dapat semakin memperkaya khazanah sejarah dan budaya Kota Pasuruan. Terlebih, lokasinya berdekatan dengan klenteng, sehingga diharapkan mampu memperkuat nilai kebersamaan, toleransi, dan kerukunan antarwarga.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki perhatian terhadap pelestarian kawasan heritage, khususnya di sepanjang Jalan Lombok. Bangunan-bangunan bersejarah tersebut merupakan warisan leluhur yang harus dijaga agar tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
"Jalan Lombok ini tentu menjadi bagian dari rencana pemerintah untuk menjaga kawasan heritage. Ini kekayaan luar biasa yang diwariskan para pendahulu kita dan harus kita jaga untuk generasi yang akan datang," ungkapnya.
Menutup sambutannya, Mas Adi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat semangat gotong royong, serta bergandengan tangan dalam berbagai kegiatan kemanusiaan dan sosial.
Ia berharap Rumah Tulus Hati tidak sekadar menjadi bangunan bersejarah, tetapi juga menjadi ruang yang menghadirkan kebaikan, mempererat persaudaraan, dan menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat Kota Pasuruan.
Dengan hadirnya Rumah Tulus Hati, pelestarian warisan sejarah kini berpadu dengan semangat kepedulian sosial. Sebuah langkah nyata menjadikan bangunan masa lalu tetap hidup dan memberikan manfaat bagi masa depan Kota Pasuruan. (afa/msn)










