Ringkasan Berita
- Petugas Bimbingan Ibadah PPIH Arab Saudi, Anis Dyah Puspita, mengimbau jemaah haji lansia untuk tidak memaksakan diri melaksanakan salat Arbain di Masjid Nabawi karena bukan bagian dari rukun haji.
- Kesehatan jemaah, khususnya lansia, harus diprioritaskan untuk menjaga kondisi prima menjelang puncak ibadah haji, yaitu wukuf di Arafah, yang merupakan rukun wajib.
- Anis menekankan bahwa pahala salat tetap sama meski dilakukan di hotel jika kondisi tubuh tidak fit, sehingga jemaah tidak perlu merasa wajib menyelesaikan 40 waktu salat berturut-turut di masjid.
- Dari sekitar 203.000 jemaah haji reguler Indonesia, terdapat 44.432 jemaah lansia, yang menjadi perhatian khusus bagi seluruh petugas pendamping haji.
MADINAH, BANGSAONLINE.com - Petugas Bimbingan Ibadah (Bimbad) PPIH Arab Saudi, Anis Dyah Puspita, mengimbau jemaah haji lansia agar tidak memaksakan diri salat Arbain di Masjid Nabawi.
Salat Arbain merupakan salat 40 waktu yang dikerjakan berjemaah secara berturut-turut di Masjid Nabawi, Madinah.
“Salat arbain bukan menjadi bagian dari rukun haji atau rangkaian amalan wajib haji. Sehingga jemaah tidak harus dituntut (salat Arbain),” tutur Anis saat ditemui di Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz Madinah, Minggu (26/4/2026).
Menurutnya, jemaah harus menjaga kondisi tubuh agar tetap prima sebelum puncak haji (Armuzna). Sebab, prosesi wukuf di Arafah merupakan salah satu rukun haji yang tak bisa ditinggalkan.
“Jangan sampai jemaah dituntut harus 40 waktu salat di Masjid Nabawi, namun justru ketika wukuf di Arafah pada saat puncak haji, jemaah justru kelelahan dan sakit,” papar Anis.
Ia mengungkapkan bahwa kesehatan jemaah, terlebih lansia harus diprioritaskan.
“Silakan salat di Nabawi, namun jika kondisi tidak fit, tidak apa-apa melaksanakan salat di hotel. Tidak perlu memaksakan diri,” jelasnya.
Bahkan, sejak awal penyambutan jemaah haji kloter pertama, yakni dari Yogyakarta, Anis telah mengingatkan kepada seluruh jemaah agar mengutamakan kesehatan.
“Tetap semangat melaksanakan salat 5 waktu di Masjid Nabawi, tapi harus diingat juga kesehatan masing-masing. Kalau memang dirasa perlu istirahat, istirahat dulu di hotel. Insyaallah nilai pahalanya sama. Kalau memang sehat di masjid, kalau perlu istirahat nenek di hotel, nggeh,” ucap Anis Dyah saat penyambutan kloter pertama jemaah haji pada Rabu (22/4/2026).
Sebagai informasi, dari sekitar 203.000 jemaah haji reguler Indonesia, sebanyak 44.432 orang merupakan jemaah lansia. Hal itu menjadi perhatian bagi pendamping, ketua regu (karu), ketua rombongan (karom), serta para petugas haji. (msn)










