PPIH Arab Saudi Temukan Banyak Jemaah Haji Belum Tertib Aturan Ihram

Ringkasan Berita
  • Petugas PPIH Arab Saudi menemukan banyak jemaah haji gelombang kedua belum mengenakan pakaian ihram sesuai aturan saat tiba di Bandara King Abdulaziz Jeddah, termasuk yang masih memakai pakaian biasa, sepatu tertutup, atau celana dalam.
  • Kondisi ini menjadi perhatian serius karena kedatangan gelombang kedua menandai dimulainya rangkaian ibadah haji, sehingga kepatuhan ihram perlu dipastikan sejak sebelum pesawat mendarat di Arab Saudi.
  • Pemeriksaan satu per satu jemaah setelah tiba dianggap tidak efektif karena waktu terbatas, sehingga petugas diminta lebih intensif mengingatkan jemaah sejak di embarkasi hingga selama penerbangan, terutama menjelang masuk area miqat.
  • Tim bimbingan ibadah telah melakukan penyisiran langsung kepada jemaah yang turun menuju bus untuk memastikan tidak ada pakaian terlarang, namun proses ini memakan waktu dan diharapkan tidak perlu dilakukan jika jemaah sudah patuh sejak awal.
  • Kepatuhan terhadap aturan ihram menjadi faktor krusial untuk kelancaran proses kedatangan jemaah gelombang kedua, yang merupakan pintu masuk prosesi ibadah haji.

JEDDAH,BANGSAONLINE.com - Tim Bimbingan Ibadah (Bimbad) PPIH Arab Saudi mengingatkan jemaah haji gelombang kedua agar mematuhi aturan ihram sejak sebelum tiba di Bandara King Abdulaziz, Jeddah.

Imbauan tersebut disampaikan setelah petugas masih menemukan banyak jemaah yang belum mengenakan pakaian ihram sesuai ketentuan saat tiba di Arab Saudi.

Petugas Bimbingan Ibadah PPIH Arab Saudi, Anis Diyah Puspita, mengatakan berdasarkan pantauan di lapangan sejak dini hari hingga pukul 06.00 waktu Arab Saudi, masih terdapat jemaah yang mengenakan pakaian biasa, sepatu tertutup, kaus kaki, penutup kepala, hingga cadar.

“Bahkan dari jemaah yang sudah memakai pakaian ihram pun masih ada yang menggunakan pakaian dalam atau celana panjang,” ujar Anis kepada Media Center Haji 2026 di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Jumat (8/5/2026).

Menurut Anis, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena kedatangan jemaah gelombang kedua merupakan fase penting dimulainya rangkaian ibadah haji.

Ia meminta petugas kloter, khususnya petugas bimbingan ibadah, lebih intensif mengingatkan jemaah sejak di embarkasi hingga selama penerbangan.

“Ketika jemaah sudah berada di udara, utamanya menjelang masuk area miqat atau sebelum mendarat, harus dipastikan lagi bahwa jemaah sudah mematuhi aturan ihram,” katanya.

Anis menjelaskan waktu pelayanan di Bandara Jeddah sangat terbatas sehingga pemeriksaan satu per satu jemaah setelah tiba dinilai tidak efektif.

Karena itu, kepatuhan terhadap aturan ihram perlu dipastikan sejak sebelum pesawat mendarat di Arab Saudi.

Ia mengungkapkan tim bimbingan ibadah bersama petugas lintas sektor sebenarnya telah melakukan pemeriksaan langsung kepada jemaah saat hendak turun menuju bus.

Petugas menyisir satu per satu jemaah untuk memastikan tidak ada lagi pakaian yang dilarang saat ihram.

“Kami cek satu per satu dan memastikan mereka sudah tidak memakai celana dalam atau pakaian yang tidak sesuai ketentuan ihram. Tapi itu memakan waktu dan tidak efektif jika dilakukan setelah tiba,” ujarnya.

Anis berharap kepatuhan terhadap aturan ihram menjadi perhatian utama seluruh petugas kloter demi kelancaran proses kedatangan jemaah haji gelombang kedua di Arab Saudi.

“Momen kedatangan gelombang kedua ini sangat krusial karena menjadi pintu masuk prosesi ibadah haji bagi jemaah,” pungkasnya. (msn/van)