Peserta JKN Asal Tulungagung Bagikan Pengalaman Anaknya Dirawat Tanpa Kendala

TULUNGAGUNG, BANGSAONLINE.com - Program JKN atau Jaminan Kesehatan Nasional kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satunya dialami Umi Hasanah, warga Tulungagung, saat putrinya, Regyan (7), harus menjalani perawatan akibat demam tinggi yang tak kunjung membaik.

Umi menuturkan awalnya ia membawa anaknya berobat ke bidan. Namun karena kondisi kesehatan Regyan tidak menunjukkan perkembangan, ia kemudian disarankan membawa putrinya ke Unit Gawat Darurat (UGD) puskesmas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Setibanya di UGD, Regyan langsung menjalani pemeriksaan dokter dan tes laboratorium. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter menyarankan pasien menjalani rawat inap karena kondisi kesehatan yang membutuhkan pemantauan intensif.

“Awalnya periksa ke bidan dulu, tapi karena nggak ada perubahan langsung diarahkan ke sini. Waktu di UGD langsung diperiksa dokter, dilakukan pemeriksaan laboratorium, terus ditunggu hasilnya dan langsung disarankan rawat inap," kata Umi pada Jumat (9/10/2026).

"Dokternya menjelaskan kalau tipesnya tinggi dan ada kemungkinan mengarah ke demam berdarah juga, panasnya sudah di atas 40 derajat,” tuturnya menambahkan.

Menurut dia, proses pelayanan berlangsung cepat. Setelah menjalani pemeriksaan, Regyan segera mendapatkan penanganan medis berupa pemasangan infus dan perawatan lanjutan.

Kurang dari 30 menit setelah hasil laboratorium keluar, putrinya telah mendapatkan kamar rawat inap. Tak ada kendala administrasi saat menggunakan kepesertaan JKN, proses pelayanan hanya memerlukan kartu JKN atau Kartu Keluarga tanpa harus melengkapi dokumen tambahan.

“Penanganannya cepat sekali. Datang langsung diperiksa oleh dokter. Waktu datang hanya diminta menunjukkan kartu JKN atau Kartu Keluarga saja, tidak diminta fotokopi berkas. Tidak ada perbedaan perlakuan sama sekali, semua ditangani sesuai kebutuhan medis,” kata Umi.

Selama menjalani perawatan, kondisi Regyan dipantau secara rutin oleh dokter. Setiap hari, tim medis melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus memberikan penjelasan mengenai perkembangan kondisi pasien kepada keluarga.

Umi juga mengapresiasi pelayanan perawat yang dinilainya responsif dan ramah. Menurutnya, kebutuhan pasien selama menjalani rawat inap dapat ditangani dengan cepat tanpa harus menunggu lama.

“Dokternya rutin datang setiap pagi, diperiksa fisik, ditanya keluhannya apa, terus dijelaskan kondisi anak saya. Perawatnya juga ramah, tidak ada yang judes. Kalau cairan infus habis, tinggal menekan bel perawat langsung datang. Obatnya pun diantarkan langsung oleh perawat, kami tidak perlu ke mana-mana,” paparnya.

Pengalaman tersebut bukan kali pertama Umi merasakan manfaat Program JKN. Sebelumnya, ia pernah menjalani rawat inap selama lima hari di RSUD dr. Iskak Tulungagung karena hepatitis. Seluruh biaya pengobatan dan perawatannya saat itu ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Hingga kini, Umi masih menjalani kontrol rutin setiap bulan di poli penyakit dalam RSUD dr. Iskak Tulungagung. Ia juga mengonsumsi obat secara berkala sesuai anjuran dokter dan mengaku selalu mendapatkan obat yang dibutuhkan tanpa biaya tambahan.

“Dulu saya sendiri opname lima hari di RSUD Iskak, tidak ada biaya sama sekali. Karena dokter menyarankan saya harus minum obat rutin, setiap bulan saya rutin kontrol ke poli dalam rumah sakit, obatnya selalu ada dan tidak pernah bayar. Alhamdulillah selama ini pelayanannya lancar dan kondisi kesehatan saya semakin membaik,” ucap Umi.

Selain memanfaatkan layanan kesehatan, ia juga menggunakan aplikasi Mobile JKN untuk mengambil antrean secara daring sebelum melakukan kontrol ke rumah sakit. Menurutnya, fitur tersebut membantu mempermudah akses layanan kesehatan.

Meski demikian, ia berharap integrasi layanan digital JKN terus ditingkatkan, khususnya terkait kesesuaian jadwal praktik dokter dan sistem antrean di rumah sakit agar pelayanan kepada peserta semakin optimal.

“Harapan saya ke depannya antrean Mobile JKN bisa semakin terintegrasi dengan sistem di rumah sakit dan jadwal pelayanan dokter sesuai dengan jam pada sistem. Yang pasti JKN sangat membantu keluarga kami, semoga programnya terus ada dan makin baik,” kata Umi. (fer/mar)