JEMBER,BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menjadwalkan revitalisasi Alun-Alun Kecamatan Tanggul mulai November 2026 sebagai upaya pemerataan pembangunan dan pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Pembenahan ruang publik tersebut menjadi salah satu langkah Pemkab Jember untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di luar kawasan perkotaan.
Program ini sekaligus diarahkan untuk mewujudkan pembangunan yang merata hingga tingkat kecamatan dan desa.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung Alun-Alun Tanggul pada Minggu (18/10/2026) malam.
Menurutnya, keberadaan ruang publik yang representatif di wilayah kecamatan penting untuk mendorong tumbuhnya berbagai kegiatan ekonomi masyarakat.
“Bentuk keadilan itu salah satunya adalah pemerataan. Membangun Jember tidak boleh lagi hanya terpusat di satu titik. Di kota tetap kita bangun secara optimal, tapi jangan lupa kecamatan dan desa,” ujar Gus Fawait.
Ia menambahkan, revitalisasi Alun-Alun Tanggul diharapkan menjadi pemicu munculnya pusat keramaian baru sekaligus memperkuat interaksi sosial masyarakat di sekitarnya.
Selain pembenahan fisik, program tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengembangan wisata religi di Kecamatan Tanggul.
"Pemkab Jember berencana mengintegrasikan lokasi alun-alun dengan Masjid Jamik Tanggul serta area pemakaman Habib Soleh Tanggul secara terintegrasi dan bertahap selama beberapa tahun ke depan," imbuhnya.
Gus Fawait optimistis, integrasi ketiga lokasi strategis tersebut dapat membentuk koridor wisata religi yang menarik minat peziarah.
Konektivitas antarlokasi juga diharapkan memperkuat identitas budaya lokal sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha kecil di kawasan tersebut.
“Kita akan berikhtiar selama beberapa tahun supaya bisa terkoneksi nanti antara Masjid Jamik Tanggul dengan alun-alun dan wisata religi areal makam Habib Soleh Tanggul,” kata Gus Fawait.
Lebih lanjut, Gus Fawait menjelaskan bahwa Pemkab Jember juga memberi perhatian pada pengembangan potensi tradisi dan nilai-nilai kebudayaan lokal sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat setempat.
Meski rincian desain dan tahapan integrasi kawasan wisata religi tersebut belum dijelaskan secara terperinci, rencana ini menunjukkan arah kebijakan Pemkab Jember untuk memperluas pusat kegiatan publik dan mengembangkan potensi ekonomi hingga ke wilayah kecamatan. (yud/van)










