SURABAYA, BANGSAONLINE.com-Pelaksana Harian (Plh) Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur KH Balya Firjaun Barlaman (Gus Firjaun) menegaskan bahwa santri selalu berperan untuk Indonesia, meski tanpa diminta. Putra Rais Aam Syuriah PBNU periode 1984-1991 KH Achmad Shiddiq itu mengatakan, setelah peran pada kemerdekaan Indonesia, sekarang peran santri juga dibutuhkan.
Pernyataan Gus Firjaun itu disampaikan dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada 22 Oktober 2026.
“Santri sangat dibutuhkan di era teknologi digital untuk memadukan teknologi dengan moral/akhlak, karena teknologi tanpa moral itu akan menjadi bencana,” ujar Gus Firjaun di Surabaya, Kamis (22/10/2026).
Menurut dia, peran kekinian para santri di era teknologi/digital adalah mewarnai era teknologi digital yang dalam bahasa santri disebut Yaumul Harj (zaman atau era serba tak menentu) dengan moral atau ilmu agama, sehingga tidak hanya teknologi-nya yang maju, tapi manusia-nya juga maju.
Gus Firjaun menegaskan bahwa santri dimanapun selalu mempunyai tiga citra khas. Yakni ilmu, adab (akhlak), dan Khidmah (pengabdian). “Karena itu perlu Resolusi Jihad Digital, agar teknologi ada sentuhan akhlak menjadi Kesalehan Digital, sehingga teknologi terhindar dari konten yang bersifat framing, hoaks, bully, dan asal comot di medsos/AI yang tak akurasi/konteks,” ujarnya.










