Selain itu, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada 2025 mencapai Rp24,30 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sekitar Rp22,5 triliun.
Pada sektor pengentasan kemiskinan, persentase penduduk miskin di Pamekasan pada Maret 2025 turun menjadi 12,77 persen dari sebelumnya 13,41 persen pada Maret 2024. Jumlah penduduk miskin juga berkurang sebanyak 4.940 orang, dari 123.460 orang menjadi 118.520 orang.
Perbaikan juga terlihat pada indikator ketenagakerjaan. BPS mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) Pamekasan pada Agustus 2025 sebesar 1,33 persen. Angka tersebut turun 0,31 poin persentase dibandingkan Agustus 2024 yang mencapai 1,64 persen.
Pada periode yang sama, jumlah penduduk bekerja bertambah sebanyak 11.995 orang menjadi 543.357 orang. Sementara itu, jumlah angkatan kerja meningkat menjadi 550.693 orang.
Di sektor pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pamekasan pada 2025 mencapai 72,43 atau meningkat 0,79 poin dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 71,64. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi di Madura.
Peningkatan IPM tersebut ditopang oleh perbaikan pada dimensi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.
Rata-rata pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan juga meningkat 4,03 persen menjadi Rp10,206 juta per tahun.
Kholilurrahman mengatakan, penghargaan yang diraih tersebut harus menjadi motivasi untuk semakin memperkuat pembangunan daerah. Ia berharap Pamekasan ke depan semakin tertata dan memiliki integritas yang tinggi.
“Pamekasan ke depan harus lebih baik, lebih tertata, dan lebih mempunyai integritas yang tinggi,” pungkasnya. (bel/dim/van)










