Dukung Mobilitas Masyarakat, KAI Perluas Rute dan Tambah Kursi Harian

BANGSAONLINE.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan pembaruan jadwal perjalanan kereta melalui penerapan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) terbaru guna mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat dan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Melalui kebijakan tersebut, KAI menambah puluhan perjalanan kereta serta menyediakan ribuan kursi tambahan setiap hari untuk meningkatkan kapasitas angkutan penumpang, khususnya menjelang periode liburan dan akhir tahun.

VP Corporate Communication PT KAI, Anne Purba, mengatakan penyesuaian Gapeka dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus tren wisata berbasis transportasi kereta api.

"Ternyata inovasi seperti Panoramic dan juga kereta Compartment dan juga Luxury, ini diminati. Dan kita lihat yang dikelola oleh KAI Wisata terkait dengan Priority dan Panoramic itu peningkatannya cukup signifikan di angka 34 persen," ujarnya pada Selasa (3/11/2026).

"Ini menunjukkan bahwa potensi jalur kereta untuk menjadi daya tarik wisata juga menjadi konsen untuk menentukan Grafik Perjalanan Kereta pada tahun ini," sambungnya.

Menurut dia, jumlah pengguna kereta api jarak jauh dari kalangan wisatawan mancanegara terus menunjukkan pertumbuhan. Hingga periode berjalan, jumlah penumpang warga negara asing tercatat mendekati 700 ribu orang.

Ia menjelaskan, sejumlah stasiun tujuan yang paling banyak dikunjungi wisatawan asing antara lain Yogyakarta, Gambir, dan Bandung. Adapun daerah operasi dengan volume penumpang terbesar meliputi Daop 1 Jakarta, Daop 6 Yogyakarta, Daop 8 Surabaya, Daop 2 Bandung, dan Daop 4 Semarang.

"Untuk daerah-daerah ataupun top station yang dituju oleh warga negara asing, ya: Yogya, Gambir, dan Bandung. Dan ada lima wilayah volume terbesar, daerah operasi yang pertama adalah Daop 1 Jakarta, kemudian Daop 6 Yogyakarta, Daop 8 Surabaya, Daop 2 Bandung, dan Daop 4 Semarang untuk yang namanya volume," kata Anne.

KAI juga mencatat pertumbuhan kunjungan wisatawan asing ke sejumlah daerah tujuan baru, termasuk kawasan Purwokerto. Sementara Banyuwangi diproyeksikan menjadi salah satu destinasi alternatif bagi wisatawan setelah berkunjung ke Bali.

Dalam pengembangan layanan, KAI menghadirkan Kereta Api Pandawa yang akan menghubungkan sejumlah kota wisata seperti Semarang, Solo, dan Yogyakarta. Selain itu, perusahaan menambah enam stasiun pemberhentian baru untuk layanan Kereta Api Sangkuriang.

Modernisasi infrastruktur perkeretaapian juga disebut mampu memangkas waktu tempuh sejumlah perjalanan hingga 90 menit. Langkah tersebut diharapkan semakin meningkatkan daya saing moda transportasi kereta api di Indonesia.

Sementara itu, Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan perusahaan akan terus meningkatkan kualitas layanan seiring pertumbuhan kebutuhan mobilitas masyarakat.

“Delapan puluh satu tahun setelah momentum tersebut, KAI terus melanjutkan perannya dalam melayani masyarakat dan mendukung konektivitas Indonesia," ucapnya. 

"Tema ‘Semakin Melayani’ menjadi komitmen agar setiap pertumbuhan dan transformasi perusahaan diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan dan manfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.

Selain mengembangkan layanan angkutan, KAI juga terus mengoptimalkan pendapatan nontransportasi melalui pemanfaatan aset komersial di kawasan stasiun serta penguatan armada melalui kerja sama dengan industri manufaktur dalam negeri.

“Pertumbuhan membawa tanggung jawab yang semakin besar. Kebutuhan mobilitas yang terus meningkat harus kita jawab melalui peningkatan kapasitas dan keandalan layanan, penguatan sarana dan prasarana, serta keselamatan dan integrasi antarmoda," kata Bobby. 

"Ke depan, setiap investasi dan transformasi harus semakin memperkuat KAI sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Inilah makna ‘Semakin Melayani’ yang kita wujudkan bersama,” tuturnya menambahkan. (rom)