BLITAR, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 Madiun meningkatkan pemeriksaan jalur kereta api sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi gangguan operasional selama musim penghujan. Pemeriksaan kali ini difokuskan pada lintas antara Stasiun Wlingi, Kabupaten Blitar, hingga Stasiun Tulungagung.
Kegiatan pemeriksaan dilakukan menggunakan lori dresin dan dipimpin langsung oleh Vice President KAI Daop 7 Madiun, Ali Afandi, bersama jajaran manajemen dan petugas teknis terkait.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi rel, bangunan operasional, dan sarana pendukung lainnya tetap dalam kondisi andal serta siap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, luapan air, hingga erosi yang dapat mengganggu perjalanan kereta api.
Sebelum kegiatan dimulai, seluruh peserta mengikuti apel, pengarahan keselamatan (safety briefing), dan doa bersama. Dalam arahannya, Ali meminta seluruh unit kerja meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan yang dapat muncul di lapangan.
"Seluruh unit terkait harus terus aktif dan konsisten melaksanakan pemeriksaan guna meminimalisir potensi gangguan operasional. Cek lintas ini memastikan kondisi operasional maupun prasarana senantiasa dalam kondisi andal, laik operasi serta memitigasi potensi bahaya sejak dini," ucapnya, Minggu (8/11/2026).
Dalam pemeriksaan itu, tim melakukan pengecekan fisik jalur dan prasarana pendukung, termasuk sejumlah perlintasan sebidang yang berada di sepanjang lintas yang dilalui.
Jajaran manajemen juga melakukan dialog langsung dengan petugas jaga perlintasan (PJL). Para petugas diingatkan untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta menjalankan standar operasional prosedur (SOP) dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.
Memasuki musim penghujan, kondisi drainase menjadi salah satu fokus utama pemeriksaan. Tim melakukan pengecekan saluran air di sisi jalur, gorong-gorong, hingga jembatan untuk memastikan fungsi aliran air tetap optimal.
Pemeriksaan dilakukan guna mengantisipasi endapan sedimen maupun sampah yang berpotensi menyumbat saluran dan memicu banjir, luapan air, atau erosi yang dapat mengganggu stabilitas jalur kereta api.
Semeentara itu, Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan pemeriksaan lintas tidak hanya berfokus pada kondisi infrastruktur, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang terlibat dalam operasional perjalanan kereta api.
"Petugas di lapangan memiliki peran sentral dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Karena itu, selain memastikan keandalan sarana dan prasarana, kami wajib memastikan para petugas dalam kondisi sehat, fit, dan fokus saat menjalankan tugasnya," paparnya.
Menurut dia, kegiatan cek lintas juga menjadi sarana bagi manajemen untuk menyerap masukan dan mengetahui kendala yang dihadapi petugas di lapangan sehingga dapat segera ditindaklanjuti.
Setelah pemeriksaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan forum evaluasi dan sharing session bersama Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) setempat. Forum ini membahas berbagai potensi risiko serta langkah-langkah perbaikan yang perlu dilakukan secara berkelanjutan.
"Bagi KAI, keselamatan bukan sekadar prosedur, melainkan tanggung jawab bersama yang harus terus dijaga. Kami berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan, evaluasi, dan penyempurnaan sarana, prasarana, serta SDM demi memberikan layanan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan tenang bagi seluruh pelanggan," kata Tohari. (ina/mar)










