Ringkasan Berita
- Kementerian Haji dan Umrah mengajak jemaah untuk menjadikan kepulangan sebagai momentum menebar manfaat dengan menerapkan nilai-nilai haji seperti kesabaran, kepedulian, dan keikhlasan dalam kehidupan sehari-hari di Tanah Air.
- Kemenhaj mengapresiasi dan mengingatkan jemaah agar mematuhi prosedur kepulangan, termasuk tidak membawa air zamzam di bagasi serta menjaga dokumen perjalanan untuk mendukung keamanan dan kelancaran penerbangan.
- Hingga 20 Juni 2026, sebanyak 329 kloter atau 129.025 orang (jemaah dan petugas) telah tiba di Indonesia, menandakan 62% proses pemulangan telah berjalan dengan dukungan penuh dari pemerintah Arab Saudi dan seluruh unsur penyelenggara.
MAKKAH,BANGSAONLINE.com - Kementerian Haji dan Umrah mengajak jemaah haji menjadikan kepulangan dari Tanah Suci sebagai momentum untuk menebarkan manfaat bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan nilai-nilai yang terbentuk selama pelaksanaan ibadah haji, seperti kesabaran, kedisiplinan, kepedulian, persaudaraan, dan keikhlasan, perlu terus dijaga setelah kembali ke Tanah Air.
“Perjalanan haji tidak berhenti ketika jemaah tiba di rumah. Justru dari sanalah pengabdian baru dimulai. Nilai kemabruran harus tercermin dalam sikap, kepedulian, serta kontribusi nyata kepada keluarga dan masyarakat,” ujar Maria di Makkah, Sabtu (20/6/2026).
Menurut Maria, kepatuhan dan kedisiplinan jemaah selama proses pemulangan turut berperan dalam mendukung kelancaran pelayanan.










