Dedi Mulyadi Puji Abis Gibran: Punya Hipnotis, Kuat secara Etika dan Intelektual, Bisa Guncang Dunia

BANDUNG, BANGSAONLINE.com-Ini fenomena politik menarik. Saat publik heboh dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyebutkan bahwa MK tidak menemukan bukti meyakinkan yang menunjukkan Gibran Rakabuming Raka memiliki ijazah atau sertifikat luar negeri yang disetarakan dengan tingkat SMA sesuai Pasal 169 huruf r dan Pasal 227 huruf l UU Pemilu. Ternyata Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat justru tampil pasang badan membela Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden yang kini diwacanakan untuk dimakzulkan.

Bahkan KDM - panggilan Dedi Mulyadi - memuji Gibran setinggi langit. Ia juga minta semua pihak hati-hati dengan Gibran. Menurut dia, Gibran jarang berbicara. Tapi sekali berbicara langsung mengguncang dunia.

“Jarang berucap. Tapi sekali berucap bisa mengguncang dunia,” ujar Dedi Mulyadi dengan muka serius.

“Saya ini mengingatkan pada semua. Hati-hati dengan Mas Gibran,” ujar gubernur yang aktif membuat konten itu dalam rekaman video yang beredar di media sosial dikutip BANGSAONLINE Sabtu 10 Oktober 2026.

Kenapa? Menurut KDM banyak alasan.

“Pertama, usianya masih relatif sangat muda. Nah, usia yang relatif sangat muda itu di jaman sekarang…jangan diremehkan. Karena pengetahuan dia tentang teknologi komunikasi sangat tinggi,” ujarnya.

Seain itu, menurut KDM, Gibran adalah anak Jokowi.

“Bagaimanapun dia itu adalah anak Pak Jokowi. Karena anaknya Pak Jokowi, dia ngerti betul kebudayaan Jawa. Dia ngerti betul bagaimana tradisi Solo. Mas Gibran pasti mendapat pendidikan sangat kuat tentang etika, tentang budi pekerti dalam keluarga, dalam bahasa kesehariannya tentang adab,” ujar KDM lagi.

“Maka ada hipnotis,” tegas gubernur yang diisukan memiliki kedekatan dengan konglomerat Sugiarto Kusuma alias Aguan itu.

 Kedua, menurut KDM,  adalah tentang adab.

“Yang kedua yang diberikan oleh Mas Gibran tentang sikap, adab. Tenang. Hormat kepada semua. Selalu membungkukkan badan ketika bertemu dengan yang lebih tua, tidak kelihatan emosional,” ujar gubernur yang selalu tampil mengenakan udeng putih di kepala itu.

Menurut KDM,  ini penting karena tradisi pendidikan Jawa ini sangat kuat dalam membuat karakter manusia. “Menurut saya Mas Gibran itu sudah masuk dalam tahap kemapanan itu,” ujarnya lagi.

Dedi Mulyadi juga memuji Gibran memiliki kemampuan lain, terutama secara intelektual. “Pertama, dia mimiliki kemampuan intelektual yang memadai. Itu bisa kita lihat dari kemampuan dia dalam bermedia sosial dan memberikan pernyataan-pernyataan yang sering menguncang publik dan luar dugaan. Ini dalam tren politik sekarang sangat penting,” ujarnya.

Kedua, menurut KDM, Gibran memiliki kemampuan dalam berpendidikan Jawa.

“Artinya bahwa dia memiliki kemampuan diri dalam mengakrobatikkan sikap-sikap adab keseharian menjadi tradisinya,” katanya.

Ketiga, menurut KDM, kemampuan dididik secara spiritual oleh orang tuanya, tradisi keprihatinan dalam keluarganya yang membentuk karakter dirinya.

“Untuk itu saya sampaikan, hati-hati terhadap Mas Gibran. Yang lain politisinya polos-polos. Yang lain mungkin berucap tidak dengan isinya. Hanya bersikap dengan kata-katanya tapi tidak dengan rasanya,” ujarnya.

Menurut KDM, para politisi lain berbeda dengan Gibran.

“Yang ini (Gibran) hati-hati. Jarang berucap, tapi sekali berucap bisa mengguncang dunia,” tegasnya lagi.