JEMBER,BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember memperkuat akses transportasi kesehatan bagi masyarakat pra-sejahtera melalui layanan pengantaran pasien gratis bernama Mobil Cinta.
Bupati Jember Muhammad Fawait menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga aparatur di tingkat kecamatan untuk menyosialisasikan layanan tersebut secara masif kepada masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan karena persoalan kemiskinan di Kabupaten Jember masih dinamis dan berdampak pada kemampuan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.
Pemkab Jember pun menjadikan keterjangkauan terhadap layanan kesehatan primer sebagai salah satu prioritas, termasuk memastikan warga kurang mampu tidak terkendala biaya transportasi setelah menjalani perawatan di rumah sakit.
Bupati Muhammad Fawait menuturkan, masih ada warga kurang mampu yang merasa cemas ketika harus pulang setelah menjalani perawatan di rumah sakit karena tidak memiliki biaya untuk menyewa kendaraan.
"Masih ada warga kita yang sakit, tapi enggan berobat atau bingung saat hendak pulang dari rumah sakit karena tidak memiliki biaya untuk menyewa kendaraan," ujar Gus Fawait saat memberikan pengarahan.
Menurut dia, kondisi tersebut bahkan membuat sebagian warga terpaksa membawa anggota keluarga yang sedang sakit menggunakan kendaraan roda tiga atau sepeda motor yang kurang laik dan berisiko bagi kondisi pasien.
Untuk menjawab persoalan mobilitas masyarakat kurang mampu tersebut, Pemkab Jember menghadirkan layanan pengantaran pasien gratis melalui armada yang diberi nama Mobil Cinta.
Layanan ini disediakan oleh tiga rumah sakit milik pemerintah daerah untuk memfasilitasi kepulangan pasien pra-sejahtera ke kediaman masing-masing tanpa dipungut biaya.
“Inovasi pengangkutan pasien ini disiapkan untuk melengkapi keberhasilan cakupan kepesertaan jaminan kesehatan Universal Health Coverage (UHC) yang sebelumnya telah direalisasikan oleh Kabupaten Jember,” imbuhnya.
Integrasi layanan tersebut diharapkan dapat mengurangi hambatan fisik maupun finansial yang selama ini dihadapi masyarakat ketika mengakses fasilitas kesehatan.
Agar layanan pengantaran pasien tersebut tepat sasaran dan diketahui masyarakat luas, Gus Fawait meminta jajaran birokrasi mulai dari pimpinan OPD hingga aparatur pemerintah di tingkat kecamatan dan desa untuk aktif melakukan sosialisasi.
"Semua pelayanan kesehatan harus kita landasi dengan rasa cinta dan kepedulian. Saya minta tolong kepada para camat, OPD, dan seluruh jajaran untuk menyosialisasikan keberadaan Mobil Cinta ini agar warga yang membutuhkan benar-benar merasakan manfaatnya," kata Gus Fawait menegaskan.
Program tersebut diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran keluarga kurang mampu, khususnya biaya transportasi setelah pasien mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Di sisi lain, Pemkab Jember optimistis layanan tersebut dapat mendukung pemenuhan hak masyarakat atas kesehatan secara lebih adil dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Jember. (yud/van)










