Jember Kekurangan 500 Bed Kelas III, Pemkab Buka Investasi Fasilitas Kesehatan

JEMBER,BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember membuka peluang investasi seluas-luasnya di sektor kesehatan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 500 tempat tidur (bed) rawat inap kelas III yang masih dibutuhkan masyarakat.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, penambahan fasilitas kesehatan, terutama di wilayah pinggiran, tidak dapat hanya mengandalkan anggaran dan fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah.

Langkah tersebut diwujudkan melalui peresmian Klinik Grand Medika Silo di Desa Sempolan, Kecamatan Silo, pada Sabtu (10/10/2026) malam.

Kehadiran klinik swasta di wilayah yang jauh dari pusat kota tersebut dinilai menjadi salah satu solusi untuk memperpendek jarak tempuh masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis.

“Kami mendukung penuh program Klinik Grand Medika ini. Semakin banyak tempat orang bisa berobat, berarti memutus jarak orang berobat, dengan kata lain memudahkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan,” ujar Gus Fawait saat acara peresmian.

Menurut Bupati Fawait, mendapatkan pelayanan pengobatan yang layak merupakan kebutuhan dasar setiap warga yang harus dijamin pemerintah.

Karena itu, Pemkab Jember mendorong pengembangan fasilitas kesehatan swasta sekaligus mengintegrasikannya dengan berbagai program jaminan sosial yang telah berjalan.

Program tersebut di antaranya layanan kunjungan rumah atau Homecare hingga armada antar-jemput pasien gratis melalui Mobil Cinta.

Berbagai layanan pendukung tersebut disiapkan untuk memastikan persoalan biaya tidak menjadi penghalang bagi masyarakat pra-sejahtera untuk mendapatkan pengobatan.

"Tidak boleh lagi ada warga Jember yang sakit tidak bisa ke klinik, tidak bisa ke puskesmas, tidak bisa ke rumah sakit karena faktor biaya,” kata Gus Fawait menegaskan.

Untuk memastikan masyarakat rentan mendapatkan perhatian, Bupati Fawait juga meminta jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di tingkat kewilayahan turun langsung melakukan pendataan dan pemantauan kondisi kesehatan warga.

Jajaran tersebut mencakup camat, pimpinan puskesmas, hingga aparatur pemerintahan di tingkat desa yang diharapkan aktif memantau kondisi kesehatan masyarakat di wilayah masing-masing.

Di sisi lain, Pemkab Jember mendorong penguatan kolaborasi antara klinik swasta, puskesmas, dan BPJS Kesehatan.

Integrasi tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem pelayanan kesehatan yang lebih responsif dan terjangkau, sekaligus memastikan akses layanan kesehatan yang adil bagi seluruh masyarakat Jember. (yud/van)