Jember Dijuluki 'Kuba-nya Indonesia', Cerutunya Tembus 45 Negara

JEMBER,BANGSAONLINE.com - Kabupaten Jember mendapat julukan “Kuba-nya Indonesia” karena dikenal sebagai salah satu daerah penghasil tembakau berkualitas dan cerutu yang telah menembus pasar internasional.

Julukan tersebut disampaikan pembawa acara Budi Adiputro saat membawakan podcast Total Politik bersama Arie Putra dalam forum Indonesia Future Leady. Budi mengaku langsung teringat pada tembakau dan cerutu ketika mendengar nama Jember.

“Jember ini Kuba-nya Indonesia,” kata Budi Adiputro.

Reputasi Jember dalam industri cerutu tidak lepas dari sejarah panjang budidaya tembakau, terutama jenis Na-Oogst yang dikenal sebagai salah satu bahan baku pembuatan cerutu.

“Jember ini kan yang terkenal tembakaunya bagus dan cerutunya,” imbuhnya.

Menanggapi sorotan tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait memperkenalkan cerutu produksi daerahnya kepada para peserta forum. Ia membagikan cerutu khas Jember sekaligus mengajak peserta berkunjung ke Kabupaten Jember.

“Kalau bicara cerutu ya Jember, ayo datang ke Jember,” kata Gus Fawait sembari membagikan cerutu.

Dalam sesi ramah tamah, Gus Fawait menyampaikan bahwa terdapat enam perusahaan produsen cerutu yang beroperasi di Jember. Keenam perusahaan tersebut adalah PT Boss Image Nusantara (BIN Cigar), Mangli Djaya Raya (MDR), Dwipa Nusantara Tobacco (DNT), Kopkar Kartanegara, Burger Söhne AG, dan Villiger Söhne AG.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam forum tersebut, sekitar 90 persen produksi keenam perusahaan itu ditujukan untuk pasar ekspor.

Cerutu produksi Jember disebut telah menjangkau 45 negara, termasuk Amerika Serikat, sejumlah negara Eropa, kawasan Timur Tengah, China, dan Asia Tenggara.

Capaian tersebut menunjukkan potensi komoditas tembakau Jember untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah melalui industri pengolahan.

Selain membuka akses ke pasar internasional, industri cerutu juga menjadi salah satu sektor yang berkontribusi terhadap potensi ekonomi daerah.

Meski demikian, penguatan industri tembakau dan cerutu perlu diiringi dengan keberlanjutan usaha serta manfaat ekonomi yang dirasakan petani sebagai bagian dari rantai produksi.

Dalam forum bertema “Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo” tersebut, Gus Fawait hadir sebagai panelis penanggap bersama Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, dan Bupati Sidenreng Rappang Syaharuddin Alrif.

Forum tersebut juga menghadirkan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy, serta Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela sebagai narasumber. (yud/van)