JEMBER, BANGSAONLINE.com – Bupati Jember, Muhammad Fawait, atau yang lebih akrab disapa Gus Fawait, menegaskan bahwa pengurangan alokasi transfer ke daerah (TKD) tidak menjadi hambatan untuk tetap mencetak bibit unggul di masa depan, oleh sebab itu, ia mengungkapkan strategi untuk mengatasi pengurangan transfer tersebut.
Menurutnya, kunci utama dalam menyiasati tantangan keterbatasan anggaran terletak pada kreativitas serta efisiensi manajemen tata kelola keuangan daerah.
Gus Fawait memaparkan bahwa meski pasokan anggaran transfer dari pusat menyusut, Pemkab Jember justru mematok target pemberian beasiswa kepada sekitar 11 ribu mahasiswa hingga akhir tahun 2026.
Ia menjelaskan, strategi yang ditempuh Pemkab Jember adalah memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat agar sektor-sektor vital, seperti program revitalisasi fasilitas sekolah hingga peningkatan produksi pertanian dapat didanai langsung melalui anggaran kementerian.
"Sektor-sektor yang telah ditangani dan dibiayai langsung oleh kementerian pusat seperti program sekolah, revitalisasi fasilitas pendidikan, hingga optimalisasi lahan pertanian, kemudian dialihkan ruang fiskalnya untuk mendanai janji-janji politik kepala daerah," ujar Gus Fawait saat menjadi pembicara di Indonesia Future Leader 2026 yang digelar Total Politik di Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Dengan menarik sebanyak mungkin program strategis nasional ke daerah, ruang fiskal APBD Jember menjadi lebih longgar.
APBD kemudian dapat difokuskan secara optimal untuk mendanai program kerakyatan yang belum terjangkau oleh skema pusat, termasuk penyelesaian target janji kampanye hingga 90 persen di periode pertama kepemimpinannya.
Melalui langkah efisiensi dan manajemen anggaran yang inovatif tersebut, Kabupaten Jember berhasil mengukuhkan diri sebagai daerah tingkat kabupaten dengan alokasi penerima beasiswa terbanyak dan terbesar di Indonesia.
Gus Fawait menegaskan kembali bahwa dinamika penurunan dana TKD tidak boleh dijadikan dalih untuk mengurangi hak-hak dasar masyarakat.
Menurutnya, tata kelola fiskal yang tepat sasaran akan selalu menemukan jalan keluar agar pelayanan publik dan kesejahteraan warga tetap berjalan maksimal.
Turut hadir dalam forum tersebut, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, Wagub Jatim Emil Dardak, Wagub Sumbar Vasco Ruseimy, Wagub Lampung Jihan Nurlela, hingga Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla. (yud/msn)










