”Untuk mencapai terget, tidak ada kemenangan yang instan, maka kita harus mempersiapkan diawal. Nah, untuk cabor individu kita awali karena merupakan cabor terukur yang dapat kita ukur perolehan medali emas,” cetusnya saat Lauching Puslatkab Sidoarjo 2026 Menuju Porprov Jatim X/2027, di depan Monumen Jayandaru Alun-alun Sidoarjo, Jumat (30/10/2026).
Rafi menambahkan, Puslatkab tahap kedua akan dilaksanakan pada Januari 2027 dengan melibatkan seluruh cabor, baik individu maupun beregu. Jumlah atlet yang mengikuti tahap ini diperkirakan lebih dari 1.000 orang.
Selanjutnya, tahap ketiga akan menjadi bagian dari pemantapan akhir menjelang pelaksanaan Porprov Jatim X pada Juli 2027.
“Pemetaan atlet dilakukan bersama masing-masing pengurus cabor melalui penjaringan internal. Potensi atlet yang berpeluang menyumbangkan medali akan dipantau dan dievaluasi selama proses Puslatkab berlangsung,” beber Rafi yang juga anggota DPRD Sidoarjo.
KONI Sidoarjo juga mendorong para atlet mengikuti kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional sebagai sarana mengukur kemampuan.
Hal itu dinilai penting mengingat Porprov akan mempertemukan atlet-atlet terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Rafi meminta seluruh atlet dan pelatih menjaga semangat serta fokus menjalani program latihan yang telah disusun.
“Prestasi tidak hanya ditentukan hanya dari kemampuan fisik dan teknik, tetapi juga strategi, mental, dan karakter saat bertanding,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan Pemkab Sidoarjo mendukung pembinaan atlet melalui Puslatkab. Ia meminta potensi atlet daerah dijaga dan dibina secara optimal agar tidak ada lagi atlet berprestasi asal Sidoarjo yang berpindah untuk membela daerah lain.
“Saya tidak ingin lagi ada atlet Sidoarjo yang pindah ke daerah lain. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Bagaimana caranya agar atlet-atlet potensial ini tetap kita jaga, kita bina, dan kita berikan perhatian agar mereka bangga membela Kabupaten Sidoarjo,” tegasnya.
Subandi juga berpesan kepada seluruh pelatih dan atlet agar menjalani program latihan dengan disiplin, serius, serta mengikuti arahan pelatih. Menurutnya, persiapan menuju Porprov Jatim X 2027 harus dilakukan sejak dini dengan kerja keras dan kesungguhan.
“Anak-anakku para atlet, tunjukkan kemampuan terbaik kalian. Mari harumkan nama keluarga dan Kabupaten Sidoarjo. Kita harus punya semangat dan target untuk menjadi juara, minimal mampu mempertahankan posisi runner-up,” pesannya.
Selain pembinaan dan peningkatan prestasi, Subandi memastikan masa depan atlet juga menjadi perhatian Pemkab Sidoarjo.
Apresiasi terhadap atlet berprestasi tidak hanya diberikan melalui bonus, tetapi juga dukungan pendidikan, kesehatan, hingga peluang karier setelah menyelesaikan masa sebagai atlet.
“Kami akan memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi agar atlet berprestasi mendapatkan kesempatan beasiswa pendidikan. Dukungan kesehatan melalui BPJS, pendampingan medis, serta kerja sama dengan rumah sakit juga akan disiapkan untuk menunjang kebutuhan atlet selama latihan maupun pertandingan,” jelasnya.
Untuk membuka peluang karier di dunia kerja, Subandi mengatakan Pemkab Sidoarjo juga mendorong keterlibatan perusahaan melalui Forum CSR yang telah dibentuk.
“Kemarin kita sudah membentuk Forum CSR. Selanjutnya akan kita koordinasikan kebutuhan dan peluang kerja sama dengan perusahaan-perusahaan di Sidoarjo. Harapannya, tenaga kerja yang terserap merupakan warga Sidoarjo, termasuk atletatlet berprestasi yang nantinya memiliki kesempatan untuk berkarier di dunia usaha,” pungkas Subandi. (sta/van)










