PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Polres Probolinggo akhirnya memberikan klarifikasi terkait aksi blokade jalur Pantura di depan Mapolres Probolinggo yang dilakukan organisasi masyarakat (ormas) Madas Sedarah hingga menyebabkan kemacetan lalu lintas.
Melalui Plt. Kasi Humas Polres Probolinggo, Ipda Widy Purwa Apriantoro, kepolisian meluruskan sejumlah informasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait aksi tersebut.
Dalam keterangan tertulis yang diterima BANGSAONLINE.com, Widy menegaskan bahwa tidak pernah ada penangkapan terhadap anggota kelompok tersebut oleh pihak kepolisian.
Menurutnya, petugas saat itu hanya melakukan klarifikasi terhadap salah satu oknum kelompok masyarakat yang datang sendiri ke Mapolres Probolinggo. Klarifikasi tersebut berkaitan dengan dugaan peredaran rokok ilegal.
"Diduga terdapat informasi yang belum terverifikasi sehingga menimbulkan kesalahpahaman dan mendorong sejumlah pihak datang ke Polres Probolinggo untuk meminta penjelasan," ujar Ipda Widy mewakili Kapolres Probolinggo, AKBP Asmida Rizki Siregar, Minggu (1/11/2026).
Widy juga membantah anggapan bahwa kepolisian tidak mengambil tindakan terhadap aksi blokade yang dilakukan Madas Sedarah. Ia menjelaskan, dalam menyikapi situasi tersebut, Polres Probolinggo tetap mengutamakan kepentingan masyarakat luas, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif.
Meski demikian, Widy menegaskan bahwa hal tersebut bukan berarti proses penanganan permasalahan dihentikan.
Kepolisian tetap akan melakukan pendalaman lebih lanjut sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga situasi yang kondusif dan aman di wilayah hukum Polres Probolinggo serta mempercayakan proses penanganannya kepada pihak Kepolisian," tegasnya.
Sebelumnya, jalur Pantura di depan Mapolres Probolinggo sempat lumpuh total selama sekitar dua jam akibat aksi blokade massa. Arus lalu lintas kembali normal setelah pihak kepolisian melakukan audiensi dengan perwakilan massa.
Aksi blokade tersebut dipicu protes dan tuntutan pembebasan pengurus Madas Sedarah yang diamankan kepolisian terkait dugaan kasus peredaran rokok ilegal. (ndi/van)










