PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial senilai Rp 19 miliar kepada 3.280 penerima manfaat di Kabupaten Probolinggo, Selasa (3/11/2026).
Penyaluran bantuan tersebut dikemas melalui kegiatan Sapa Bansos dan Bakti Sosial Jawa Timur yang berlangsung di Gedung Islamic Center (GIC), Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Anggaran sebesar Rp 19 miliar tersebut dialokasikan untuk sekitar 16 jenis bantuan.
Penerimanya meliputi pemerintah desa, petani, warga lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, hingga masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk pencegahan stunting.
Bantuan yang disalurkan antara lain bantuan keuangan desa, alat dan mesin pertanian (alsintan), zakat produktif, bantuan pencegahan stunting, bantuan lansia, serta asistensi bagi penyandang disabilitas.
"Ada sekitar 16 aitem yang digelontorkan dari 19 Milyar yang dianggarkan hari ini. Seluruhnya, dibagikan untuk masyarakat Kabupaten Probolinggo," ujar Gubernur Khofifah didampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, usai penyerahan bantuan secara simbolis.
Dalam kesempatan tersebut, Restu Novi Widiani juga menanggapi persoalan penonaktifan peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Ia menjelaskan, warga yang kepesertaannya dinonaktifkan tetap berhak mendapatkan pelayanan kesehatan.
Namun, untuk mengaktifkan kembali kepesertaan yang bersangkutan, terdapat prosedur yang harus dilalui, termasuk verifikasi ulang bagi penerima manfaat yang masuk kategori desil 1 hingga desil 5.
"Kalau pelayanan kesehatan tetap dilayani dan mereka berhak mendapatkan layanan kesehatan. Namun, bagi warga yang dinoaktifkan tetap mengulang kembali proses dari awal. Kalau mereka masuk di desil 6 sampai 10 tetap harus mandiri atau tidak lagi ditanggung pemerintah," tegasnya.
Sementara itu, Bupati Probolinggo, Haris Damanhuri, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Khofifah atas perhatian serta bantuan yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Probolinggo.
"Kami mewakili masyarakat Kabupaten Probolinggo berterima kasih sekali atas perhatian Ibu Gubernur. Tadi kita sudah melakukan penanaman mangrove, ibu gubernur sangat luar biasa terhadap lingkungan," puji Bupati Gus Haris saat memberikan sambutan.
Selain menyampaikan apresiasi, Gus Haris juga berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan perhatian lebih terhadap alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), khususnya bagi daerah yang menjadi penghasil tembakau.
Menurutnya, Kabupaten Probolinggo merupakan salah satu daerah penghasil tembakau terbesar kedua di Jawa Timur.
Namun, minimnya jumlah pabrik atau perusahaan rokok di wilayah tersebut membuat alokasi DBHCHT yang diterima masih lebih kecil dibandingkan sejumlah daerah lain.
"Kita masih kalau dengan Kabupaten Pasuruan. Karena, Kabupaten Pasuruan banyak pabrik rokok, sehingga dana DBHCHT-nya lebih tinggi dari kita. Padahal, di Kabupaten Probolinggo merupakan daerah penghasil tembakau yang cukup besar. Makanya, kita punya beban atas petani tembakau sebagai penghasil tembakau," tegasnya.
Gus Haris berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur turut memperhatikan kesejahteraan petani tembakau di Kabupaten Probolinggo.
Ia menilai, sektor pertanian tembakau memiliki peran penting dalam kehidupan ekonomi sebagian besar masyarakat setempat.
"Saya yakin yang hadir di acara ini, para petani tembakau. Mereka ini yang menanam tembakau. Hanpir mayoritas masyarakat Kabupaten Probolinggo sebagai petani tembakau,"tandasnya. (ndi/van)










