Menurut Khofifah, lingkungan sekolah dapat dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran sekaligus sarana untuk memperkuat ketahanan pangan. Pelaksanaannya bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah, termasuk menggunakan polibag apabila lahan yang tersedia terbatas.
"SIKAP inilah yang dikembangkan di semua SMA/SMK, negeri maupun swasta, SLB negeri maupun swasta, se-Jawa Timur. Kita harapkan bahwa ketahanan pangan bisa kita maksimalkan melalui media tanam yang memungkinkan. Jadi kalau nggak ada yang di atas lahan langsung, maka bisa di polibag," kata Gubernur Khofifah.
Ia menilai, budi daya tanaman menggunakan polibag juga dapat memberikan hasil yang baik.
Pemanfaatan media tanam tersebut menjadi salah satu alternatif bagi sekolah untuk mengembangkan kegiatan pertanian sesuai dengan ketersediaan ruang.
"Jadi melalui SIKAP, kita ingin bagaimana sekolah-sekolah itu menjadi bagian pembelajaran dan penguatan terwujudnya ketahanan pangan di Indonesia dimulai dari sekolah-sekolah di Jawa Timur," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah turut meninjau pameran hasil program SIKAP yang digelar Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Probolinggo. Pameran itu menghadirkan sembilan stan dengan 32 jenis produk dari sejumlah satuan pendidikan.
Selain SMKN 4 Kota Probolinggo, sejumlah sekolah yang berpartisipasi di antaranya SMKN 1 Sumber, SMAN 1 Sumber, SMAN 1 Gending, SMKN 2 Kraksaan, SMKN 3 Probolinggo, SMKN 1 Probolinggo, SMAN 4 Probolinggo, SMKN 1 Dringu, SMAN 1 Dringu, SLB Sinar Harapan 2 Kota Probolinggo, dan SLBN Kraksaan.
Produk yang dipamerkan cukup beragam. Mulai dari komoditas hortikultura seperti kentang, tomat, dan wortel, hingga produk pangan olahan berupa minuman bunga telang, ikan marinasi, dimsum, dan puding.
Selain mendorong pembelajaran ketahanan pangan, Khofifah juga menyaksikan proses pencairan bantuan biaya pendidikan afirmasi bagi 224 murid jenjang SMA, SMK, dan SLB. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp1 juta.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada 20 murid. Program ini ditujukan untuk meringankan beban biaya pendidikan keluarga penerima sekaligus membantu para murid melanjutkan pendidikan.
"Kita ini keliling ke semua kabupaten/kota yang bisa kita jangkau untuk bisa memastikan bahwa ada beasiswa afirmasi. Di Probolinggo ini ada 224. Mereka adalah dari desil 1 sampai 4," terangnya.
Khofifah menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk intervensi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memastikan setiap anak dapat mengikuti wajib belajar.
Dengan demikian, pemerataan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di berbagai lapisan masyarakat dapat terus diperkuat.
"Kita harapkan tidak ada alasan mereka untuk kemudian berhenti atau putus sekolah karena ada persoalan-persoalan ekonomi. Ini kami beri untuk melancarkan, melangsungkan, dan melanjutkan pendidikan mereka," ungkapnya.
"Maka di sini, kawan-kawan, bisa melihat anak-anak dari berbagai SMA, SMK, SLB yang ada di Kota Probolinggo. Jadi proses pencairannya melalui Bank Jatim tapi dikasih dalam bentuk cash. Dan ini sudah mendapatkan apesiasi dari banyak lembaga," pungkas Gubernur Khofifah.










