KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin Thoha, menghadiri pengukuhan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kecamatan Pesantren yang dirangkaikan dengan kegiatan Silaturahmi FKUB-PK bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), tokoh agama, dan tokoh masyarakat, Selasa (3/11/2026).
Pada agenda tersebut, seluruh peserta turut membacakan Deklarasi Kerukunan Umat Beragama sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga stabilitas, toleransi, dan keharmonisan kehidupan masyarakat di tengah keberagaman.
Wakil Wali Kota Kediri yang akrab disapa Gus Qowim menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus FKUB yang baru dikukuhkan. Ia berharap para pengurus dapat menjalankan tugas dan amanah dengan baik untuk terus menjaga kondusivitas daerah.
Menurut dia, kerukunan antarumat beragama yang selama ini terjaga di Kota Kediri merupakan modal penting yang harus dipelihara secara berkelanjutan.
"Kita tentu bersyukur, selama ini masyarakat Kota Kediri dapat hidup berdampingan dengan rukun di tengah berbagai perbedaan. Namun, kerukunan yang sudah terjaga ini tetap perlu kita rawat bersama," ujarnya.
Ia menilai, perkembangan teknologi informasi dan tingginya penggunaan media sosial menghadirkan tantangan baru dalam kehidupan bermasyarakat. Arus informasi yang cepat berpotensi memunculkan kesalahpahaman apabila tidak diimbangi dengan komunikasi yang baik.
Karena itu, Gus Qowim menekankan pentingnya membangun dialog, koordinasi, dan komunikasi yang berkelanjutan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi konflik sosial.
Ia menyatakan, silaturahmi antarumat beragama tidak boleh dilakukan hanya ketika muncul persoalan, tetapi harus dibangun dalam suasana yang harmonis dan kondusif.
Pengurus FKUB juga didorong untuk aktif menjalin komunikasi dengan tokoh agama, pemerintah kelurahan, Forkopimcam, hingga pengurus lingkungan di tingkat RT dan RW agar berbagai persoalan yang muncul dapat diselesaikan sejak dini.
"Dengan begitu, ketika muncul perbedaan pandangan atau persoalan di lingkungan masyarakat, kita bisa segera mencari jalan keluarnya melalui dialog dan musyawarah," kataya.
Lebih lanjut, Gus Qowim mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menerapkan nilai-nilai kerukunan dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan sosial, kepedulian terhadap sesama, serta keterlibatan generasi muda dalam membangun budaya toleransi.
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan visi pembangunan Kota Kediri yang mengusung konsep MAPAN, yakni Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni.
"Melalui deklarasi yang dibacakan tadi, saya berharap semangat kerukunan tidak berhenti pada apa yang kita ucapkan bersama, tetapi terus kita wujudkan mulai dari lingkungan kita masing-masing," ucap Gus Qowim. (uji/mar)










