Bupati Subandi Desak Perumda Delta Tirta Sidoarjo Tekan Tingkat Kebocoran Air

Subandi juga mendorong percepatan digitalisasi melalui integrasi data Perumda Delta Tirta ke dalam dashboard pemerintah daerah untuk memantau kondisi jaringan, tingkat kebocoran, serta kebutuhan layanan air bersih di setiap wilayah.

“Sekarang kita sudah masuk era digitalisasi. Saya ingin data Perumda Delta Tirta bisa terintegrasi dalam dashboard pemerintah daerah, sehingga kita bisa melihat di mana kebocoran, wilayah mana yang membutuhkan jaringan, serta kebutuhan apa yang harus segera dipenuhi,” ujarnya.

Selain itu, Subandi meminta jajaran direksi tidak hanya berkutat pada perencanaan di atas kertas, tetapi juga terjun langsung ke lapangan untuk menyelesaikan berbagai persoalan.

Pembenahan jaringan, penggunaan material sesuai standar, dan peningkatan kualitas pelayanan harus menjadi komitmen seluruh jajaran perusahaan.

Melalui Renbis 2027–2031, Perumda Delta Tirta menargetkan cakupan layanan air bersih meningkat dari sekitar 30 persen menjadi lebih dari 50 persen.

Perusahaan daerah tersebut juga menargetkan penambahan hingga 90 ribu sambungan pelanggan baru yang akan direalisasikan secara bertahap.

Peningkatan layanan itu akan ditempuh melalui optimalisasi jaringan distribusi, termasuk pengaturan tekanan air (pressure management) untuk menekan kebocoran sekaligus meningkatkan efisiensi penyaluran.

Subandi berharap penyusunan Renbis tersebut menjadi peta jalan yang jelas bagi Perumda Delta Tirta dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Sidoarjo yang terus meningkat.

“Harapan kita, Perumda Delta Tirta semakin baik. Pelayanannya harus maksimal, jaringan terus dibenahi, dan kebutuhan air bersih masyarakat bisa terpenuhi. Kita semua memiliki satu visi, yaitu membangun Kabupaten Sidoarjo yang lebih baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Delta Tirta Sidoarjo, Luhur Pambudi Mulyono, memaparkan sejumlah agenda pembenahan yang akan dijalankan perusahaan.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah menjajaki kerja sama dengan pihak yang memiliki kompetensi serta kapasitas investasi di bidang pengelolaan air.

“Langkah tersebut penting untuk mengatasi keterbatasan pasokan air baku sekaligus meningkatkan kapasitas pelayanan kepada masyarakat,” cetus Luhur.

Perumda Delta Tirta juga berencana mengefisienkan struktur organisasi melalui pengukuran beban kerja dan penerapan indikator kinerja utama atau Key Performance Indicator (KPI).

“Sistem tersebut diharapkan membuat kinerja pegawai lebih terukur sehingga berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan,” jelas Luhur.

Selain pembenahan organisasi dan jaringan, peningkatan kualitas air juga menjadi perhatian perusahaan. Luhur menyebut pihaknya telah menjalin komunikasi dan kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk mengkaji teknologi pengolahan air yang lebih efektif dan efisien.

“Prinsipnya, investasi yang dilakukan harus sesuai kebutuhan dan kemampuan perusahaan. Kami ingin pembenahan berjalan efektif, tetapi tetap memperhatikan efisiensi anggaran,” tandas Luhur. (sta/van)