MADIUN, BANGSAONLINE.com – Kesibukan bekerja sering kali mengakibatkan seseorang mengesampingkan urusan kesehatan. Padahal, penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus dapat dialami siapa saja, termasuk mereka yang masih berada dalam usia produktif.
Bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang masih aktif bekerja namun terdiagnosis hipertensi atau diabetes melitus, menjaga kesehatan menjadi hal penting agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan dengan baik.
Karena itu, pengelolaan penyakit tidak cukup hanya mengandalkan pengobatan ketika keluhan muncul, tetapi juga perlu disertai pemantauan kondisi kesehatan dan perubahan pola hidup.
BPJS Kesehatan menghadirkan Prolanis Muda sebagai bagian dari upaya mendampingi peserta usia produktif dalam mengelola penyakit kronis secara berkelanjutan. Melalui program ini, peserta diharapkan lebih memahami kondisi kesehatannya sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat di tengah kesibukan sehari-hari.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun, Wahyu Dyah Puspitasari, mengatakan bahwa usia produktif bukan alasan untuk mengabaikan kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko atau telah terdiagnosis penyakit kronis.
“Ketika seseorang masih aktif bekerja, menjaga kondisi kesehatan menjadi bagian penting agar tetap dapat menjalankan aktivitas secara optimal. Melalui Prolanis Muda, peserta mendapatkan pendampingan untuk membantu mengelola penyakit kronis sekaligus membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat,” jelas Ita, sapaan Kepala BPJS Madiun, Rabu (7/10/2026).
Prolanis Muda tidak hanya berfokus pada pengobatan. Peserta juga mendapatkan pendampingan melalui edukasi kesehatan, pemantauan kondisi secara berkala, pengingat konsumsi obat, pemantauan aktivitas fisik, hingga dukungan kelompok sebaya.
Pendekatan ini diharapkan membantu peserta lebih memahami pentingnya pengendalian penyakit dan menjalankan anjuran medis secara konsisten. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pelayanan kesehatan, tetapi juga didorong untuk berperan aktif menjaga kondisi tubuhnya.
“Di balik tubuh yang tampak kuat dan usia yang masih muda, risiko penyakit kronis bisa datang tanpa disadari. Karena itu, menjaga kesehatan sejak sekarang bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Sebab, ketika penyakit datang dan komplikasi mulai muncul, yang dipertaruhkan bukan hanya biaya pengobatan, tetapi juga kualitas hidup di masa depan,” paparnya.
Selain pendampingan bagi peserta yang telah terdiagnosis penyakit kronis, BPJS Kesehatan juga mengajak masyarakat melakukan deteksi dini risiko penyakit melalui Skrining Riwayat Kesehatan. Layanan ini dapat diakses melalui Aplikasi Mobile JKN, layanan WhatsApp Pandawa di nomor 08118165165, maupun secara langsung di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).
Upaya deteksi dini tersebut diharapkan membantu masyarakat mengenali risiko kesehatan lebih awal, sehingga dapat berkonsultasi dengan tenaga medis dan mengambil langkah yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
Manfaat pendampingan Prolanis Muda ini dirasakan Ike Wulan (45), salah satu peserta JKN yang didiagnosis mengalami hipertensi beberapa waktu lalu. Diagnosis tersebut sempat membuatnya terkejut dan mendorong dirinya untuk lebih memperhatikan kebiasaan sehari-hari, termasuk menjaga pola makan, berolahraga, serta melakukan kontrol kesehatan secara rutin.
“Sekarang saya lebih menjaga makanan, berusaha olahraga, dan rutin mengikuti kegiatan Prolanis. Dari sini saya jadi lebih sadar bahwa menjaga kesehatan memang harus dilakukan sejak sekarang,” ungkapnya.
Menurut Ike, kehadiran Prolanis Muda membuatnya merasa tidak sendirian dalam menjalani pengobatan. Selain mendapatkan pemantauan kesehatan, ia juga memperoleh motivasi untuk menerapkan pola hidup sehat secara bertahap.
"Bagi peserta yang hidup dengan penyakit kronis, kepatuhan menjalani pengobatan, kontrol rutin, dan kebiasaan hidup sehat menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas hidup di tengah kesibukan," tutupnya. (*)










