Dari Resepsi Pernikahan Putri Mendes PDT, Kiai Asep Langsung Acara di Surabaya dan Madura

BANDUNG, BANGSAONLINE.com-Selama dua hari ini Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, menghadiri sejumlah undangan di berbagai daerah. Kiai Asep mengawali perjalanannya ke luar kota dengan menghadiri akad nikah putri Agus Ismail (Agis), pegawai Pemprov Jawa Barat, di Gedung Bumi Permasih Kota Bandung. Dalam acara sakral yang digelar pada Sabtu, 7 November 2026, pukul 8 pagi itu Kiai Asep didaulat menyampaikan khutbah nikah sekaligus saksi dan memimpin doa.

Pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur itu hadir bersama istri tercintanya, Nyai Hj Alif Fadhilah.

Dari Bandung Kiai Asep menuju ke Jakarta lewat darat. Kali ini Kiai Asep menghadiri resepsi pernikahan putri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto.  Selain istrinya, Kiai Asep juga didampingi Dr Achmad Rubaie, Ketua Dewan Pengawas Yayasan Unitomo Surabaya dan Mohammad Fachruddin, Wakil Ketua PAN Jawa Timur. Sementara Gus Afif menjadi panitia resepsi pernikahan karena staf khusus Mendes PDT.

Acara itu digelar di Hotel Raffles Jakarta. Berlangsung sejak pukul 19.00 WIB. Undangannya 4.000 orang, termasuk para menteri dan presiden.

Karena itu Kiai Asep sengaja datang sebelum acara dimulai. Kiai Asep tiba di Hotel Raffles sekitar pukul 17.00 WIB. Sehingga Mendes PDT Yandri Susanto dan istrinya, Hj. Ratu Rachmatuzakiyah, yang kini menjabat Bupati Serang Banten, leluasa menyambut kedatangan Kiai Asep beserta istri dan rombongan.

Menteri Yandri menyambut hangat kedatangan Kiai Asep. “Anak saya mondok di pondoknya Pak Yai Asep,” ujar Yandri.

Menteri Yandri bahkan langsung mengundang Kiai Asep untuk acara resepsi putrinya yang akan digelar pada 20 Oktober 2016 di Serang Banten. “Kalau bisa Pak Yai nginep. Acaranya akan dihadiri 10.000 orang. Pagi Pak Yai mimpin doa. Doa Pak Yai Asep ini ngeri,” ujar Menteri Yandri sembari tersenyum.

Yandri mengaku bakal menggelar resepsi pernikahan putri pertamanya itu di tiga tempat. Yaitu di Hotel Raffles Jakarta. Kemudian pada 20 Oktober 2026 di kediamannya di Serang Banten. Di Serang itu, tempat kelahiran istrinya, itu ia mengelola pondok pesantren.

Lalu sehabis Hari Raya Idul Fitri, Mendes Yandri akan menggelar resepsi pernikahan putrinya di Lampung, tempat Menteri Yandri dilahirkan. Juga besar-besaran. Rencananya mengundang 10.000 orang.

“Saya gak mau merepotkan orang, jauh-jauh datang ke sini (Jakarta). Nanti akan saya buatkan acara di daerah masing-masing,” ujarnya.

Di Jakarta Kiai Asep sempat menginap. Tapi pukul 6 pagi Kiai Asep dan rombongan terbang ke Surabaya. “Pukul 8 pagi saya ada acara penerimaan santri di Amanatul Ummah Surabaya,” ujar putra pendiri NU KH Abdul Chalim itu kepada BANGSAONLINE saat berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tengerang, Ahad 8 November 2026 pukul 5 pagi.

 

Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, dan Syaikh Ahmad Muhammad Mabruk dalam acara seleksi masuk atau penerimaan santri baru Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya, Ahad 8 November 2026. Foto: bangsaonline.

Kiai Asep menerima santri baru sekaligus para wali santri itu bersama Syaikh Ahmad Muhammad Mabruk dari Univesitas Al Azhar Mesir di Aula JKSN di kawasan Pondok Pesantren Amanatul Ummah Jalan Siwalankerto Surabaya.

Usai acara penerimaan santri baru, Kiai Asep memberi pengajian di manasik haji KBIHU Amanatul Ummah. KBHU ini berada bawah naungan biro resmi PT Auva Eqtena Nahdha/Auva Tour & Travel) Jalan Siwalankerto Utara 30 Surabaya.

Jadwal Kiai Asep terus bergerak. Hari Ahad ini juga, pukul 14.00 WIB Kiai Asep harus meluncur ke Pamekasan Madura. Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu dijadwal memberikan ceramah pada acara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang digelar oleh Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN). Kiai Asep sendiri Ketua Umum JKSN.  

“Ada juga undangan pertemuan dengan para kiai di pesantren Gus Idris Pasuruan," ujar Kiai Asep.

Tapi acara itu berbarengan dengan undangan para kiai di Pamekasan.

"Undangan para kiai di Pamekasan ini sudah lama dijadwal oleh kiai-kiai di Pamekasan,” ujar kiai miliarder tapi dermawan itu.

Karena itu Kiai Asep minta maaf kepada Gus Idris dan para kiai yang hadir ke acara pertemuan di Pasuruan karena belum bisa hadir lantaran berbarengan dengan acara pertemuan para kiai di Pamekasan.

“Semoga pada pertemuan berikutnya saya bisa hadir dan tidak berbarengan dengan acara lain,” ujar Kiai Asep sembari menuturkan bahwa undangan acara pertemuan kiai di Pasuruan baru ia terima pada Sabtu, 7 November 2026 kemarin.