Panitia Hari Santri di Surabaya Diduga Dikeroyok Rombongan Pesilat, Tiga Orang Terluka

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tiga anggota panitia kegiatan menyambut Hari Santri Nasional 2026 diduga menjadi korban pengeroyokan oleh rombongan konvoi yang disebut mengenakan seragam pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di kawasan Jalan Raya Lontar, Minggu dini hari (18/10/2026).

Ketiga korban masing-masing berinisial AFM (18), Andrian (17), dan Gama (20). AFM dilaporkan mengalami luka serius, sedangkan Andrian dan Gama mengalami luka ringan.

Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Lakarsantri dengan nomor LP-B/384/X/2026/SPKT/POLSEK LAKARSANTRI oleh AFM, warga Jalan Sidosermo Gang Kuburan.

Kronologi kejadian diceritakan Muhammad Ihabillah Barik (30), panitia kegiatan menyambut Hari Santri Nasional 2026.

Ia menyebut ketiga korban merupakan anggota panitia yang diduga dikeroyok rombongan konvoi beridentitas seragam pencak silat PSHT.

"Jadi pada waktu itu Minggu dini hari (18/10/2026) saya bersama adik adik anggota panitia sedang mengangkut beberapa matras yang setelah di gunakan dalam acara Hari Santri di Masjid Shuhadah Wiyung, dan matras kita kirim balik ke Jalan Bandarejo," ujar Barik, Minggu (24/10/2026).

Saat itu, Barik mengemudikan mobil pikap untuk mengangkut matras. Sementara Fauzan (AFM), Andrian, dan Gama menumpang di bak belakang kendaraan. Ketika melintas di Jalan Raya Lontar, mereka mendapati rombongan konvoi yang disebut hampir menutup akses jalan.

"Jadi saat ada konvoi saya mencoba mendahului, sambil mereka saya tegor jangan menutup jalan. Lalu saya lanjutkan perjalanan, ternyata rombongan konvoi dari PSHT perkiraan 30 orang mengejar saya. Dan pas di pintu masuk perumahan Citra Land mobil dihadang oleh mereka," tambah Barik.

Setelah mobil pikap diduga dihadang anggota rombongan tersebut, para penumpang di bak kendaraan disebut menjadi sasaran pemukulan dan lemparan batu.

"Jadi yang menumpang di belakang bak pick up menjadi korban pemukulan dan pelemparan batu. Tiga anggota panitia Harla hari Nasional Satri mengalami luka luka dan saya antarkan ke rumah sakit terdekat, lalu kami buat laporan ke Polsek Lakarsantri," tambah Barik.

Menurut Barik, ketiga korban masih berstatus pelajar atau mahasiswa tingkat SLTA. AFM mengalami pendarahan di kepala, luka berdarah di punggung yang diduga akibat senjata tajam, serta luka pada kaki dan tangan. Sementara Andrian dan Gama mengalami luka memar di tangan.

Laporan dugaan pengeroyokan tersebut disampaikan ke Polsek Lakarsantri dengan merujuk Pasal 262 KUHP. Namun, menurut pihak korban, hingga kini mereka belum memperoleh informasi terbaru mengenai penangkapan terduga pelaku. Mereka juga mendapat informasi bahwa penyelidikan terkendala keterbatasan rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian.

"Jadi kami sempat mempertanyakan tentang kelanjutan pengejaran pelaku, dan dari pihak Polsek memberikan keterangan kesulitan dikarenakan tidak ada rekaman cctv saat kejadian. Padahal kalau saya lihat dilokasi ada cctv di traficklamp, toko Alfamart dan kedai es teh, kok kata polisi gak ada ..!," pungkasnya. (rus/van)