SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Dua pria menjadi korban dugaan pengeroyokan oleh empat orang yang diduga berprofesi sebagai penagih utang atau debt collector (DC) di kawasan Panjang Jiwo.
Salah satu korban mengalami luka serius setelah diduga ditusuk menggunakan gunting.
Peristiwa yang terjadi pada Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 23.00 WIB itu bermula dari kesalahpahaman antarpengguna jalan. Perselisihan tersebut kemudian berujung aksi kejar-kejaran antara dua mobil.
Mobil pertama ditumpangi empat pria yang diduga debt collector, sedangkan mobil lainnya dikendarai dua pria, yakni Reki Darmaji, warga Sutorejo Selatan, Mulyorejo, dan MAH.
Dwi Susanto, warga Gubeng yang saat itu mengendarai sepeda motor, mengaku melihat kedua pengemudi mobil terlibat cekcok. Perselisihan tersebut awalnya terjadi di perlintasan rel kereta api Jalan Jagir atau sekitar kawasan Mangga Dua.
"Jadi setelah pengendara kedua mobil saling olok sambil membuka kaca, kemudian terjadi kejar kejaran, saat saya melintas di jembatan Panjang Jiwo saya menemukan kedua mobil itu lagi, tapi terjadi saling pukul dan terlihat ada yang berdarah," ujarnya, Jumat (30/10/2026) dini hari.
Salah satu korban dilaporkan mengalami pendarahan setelah diduga ditusuk menggunakan gunting oleh empat pria tersebut. Selain itu, korban juga disebut mengalami cedera pada bagian kaki akibat pemukulan.
"Saya melihat sekilas bahwa setelah pria di tusuk gunting oleh ke empat orang yang berperawakan bukan dari orang Jawa, lalu juga melakukan pemukulan di kaki pria tersebut dan infonya sampai mengalami patah tulang," tambah Dwi Susanto.
Setelah melakukan pemukulan terhadap Reki Darmaji, keempat pria tersebut diduga kembali menganiaya MAH hingga mengalami luka lebam di bagian wajah.
MAH sempat berteriak meminta pertolongan kepada warga dan pengguna jalan karena dirinya bersama Reki Darmaji menjadi korban penganiayaan.
"Jadi saya mengajak masyarakat untuk menangkap orang luar pulau itu yang menganiaya dua orang, salah satunya parah terlihat ada pendarahan di leher. Jadi masyarakat berhasil mengamankan 2 orang Deptcolektor, dan 1 orang nekat meloncat ke kali panjang jiwo dan satunya lagi melarikan diri," tutupnya.
Akibat kejadian tersebut, Reki Darmaji yang mengalami luka serius dilarikan ke Rumah Sakit Eka Candra Rini, Rungkut, Surabaya, untuk mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, dari empat orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan, dua orang berhasil diamankan warga. Satu orang lainnya dilaporkan melompat ke Kali Panjang Jiwo, sedangkan seorang lainnya melarikan diri. Terkait peristiwa tersebut, Harian Bangsa berupaya meminta konfirmasi kepada Polsek Gubeng.
Kapolsek Gubeng AKP Sugarda Aditya Buwana Trenggoro membenarkan adanya pengamanan terhadap terduga pelaku pemukulan.
Namun, ia menyebut penanganan perkara selanjutnya telah dilimpahkan kepada Polrestabes Surabaya.
"Benar kami telah mengamankan pelaku pemukulan, tapi untuk kelanjutan pemeriksaan dilimpahkan ke Polrestabes Surabaya. Kami dari pihak Polsek belum bisa memberikan keterangan secara detail karena kwatir salah," ujarnya, Jumat (30/10/2026).
Di sisi lain, BPBD Surabaya masih melakukan pencarian terhadap seorang pria yang diduga melompat ke Kali Panjang Jiwo. Pencarian tersebut telah berlangsung sejak Kamis malam hingga Jumat siang.
Ketua Tim Operasional Kedaruratan BPBD Surabaya, Arif Sunandar, mengatakan tim melakukan penyisiran di permukaan sungai menggunakan dua perahu pada Jumat pagi.
Namun, hingga pukul 08.00 WIB, petugas belum menemukan tanda-tanda keberadaan pria tersebut.
" Jumat pagi, kami melakukan teknik penyisiran di permukaan menggunakan dua perahu. Sampai pukul 8 pagi belum ada tanda tanda ditemukan. Ciri ciri orang yang lompat ke kali sekitaran berusia 24 tahun, Kulit putih rambut cepak tinggi kurus pakai celana panjang hitam," ujar Arif sunandar. (rus/van)










